Dapat menjelaskan sejarah dan perkembangan Pencak Silat
Indonesia dan aspek-aspek keilmuan yang terkandung didalamnya.
Ikatan Pencak Silat Indonesia
(IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak
silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan
peraturan dan lain-lain. Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa
Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia.
Dengan aneka ragam situasi
geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa
Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat
kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai
aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa
Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun.
Sampai saat ini belum ada
naskah atau himpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang
disusun secara ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber
bagi pengembangan yang lebih teratur. Acara ini biasanya digelar sebelum akad
nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria
dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara
(pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin
wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara
penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu saja
dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.
Menyadari pentingnya
mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi pencak
silat yang bersifat nasional, yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak
silat di seluruh Indonesia. Beberapa organisasi silat nasional antara lain
adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat
Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS)
di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brune.
Pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang memiliki empat aspek
yaitu: Aspek mental spiritual, aspek seni budaya, aspek beladiri, dan aspek
olahraga. Keempat aspek tersebut dalam satu kesatuan yang utuh. Selain empat
tersebut pencak silat juga mengandung nilai-nilai positif yaitu : 1)
Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) Cinta Tanah Air dan
Bangsa, 3) Kesehatan dan kebugaran, 4) Membangkitkan rasa percaya diri, 5)
Melatih ketahanan mental, 6) Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi, 7)
Membina spotifitas dan jiwa ksatria, 8) Disiplin dan keuletan yang lebih
tinggi. Secara keseluruhan pencak silat mengajarkan sifatdan sikap taqwa,
tanggap, tangguh, tanggon dan trengginas.
Semoga bermanfaat bagi kita semua
ReplyDeletepenjelasannya bagus, semoga bermanfaat
ReplyDeletepenjelasannya bagus dan mudah dipahami
ReplyDeleteParah parah parah
ReplyDeleteNda ada obat
ReplyDelete